-->

Iklan

KNPI Kepung Mapolres, Desak Polres Tanjungbalai Bongkar Aktor Intelektual Scammer

Telusur88news
Jumat, 22 Mei 2026, Mei 22, 2026 WIB Last Updated 2026-05-23T03:07:22Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini

Telusur88news - Tanjungbalai  - Puluhan massa Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) “Energy Of Harmony” bersama masyarakat menggelar aksi unjuk rasa di depan Mapolres Tanjungbalai guna meminta pihak kepolisian untuk segera mengungkap siapa aktor intelektual kejahatan scammer atau penipuan online yang baru-baru ini viral di Kota Kerang.


Massa terlihat memadati pagar Mapolres Tanjungbalai, Jumat (22/05/26) dengan menggunakan atribut serta bendera KNPI sambil menyuarakan tuntutan agar pihak kepolisian dapat melakukan penyelidikan kasus tersebut secara transparan. 


Aksi unjuk rasa dipimpin langsung oleh Plt Ketua KNPI Energy Of Harmony Kota Tanjungbalai, M. Azri, S.H bersama jajaran pengurus kecamatan dan elemen pemuda lainnya. 


Dalam orasinya, Azri menilai pengungkapan kasus dugaan markas scammer yang sebelumnya digerebek oleh Satreskrim Polres Tanjungbalai di Gang Daulay berjalan lamban dan belum menunjukkan kepastian hukum yang jelas.


Menurut Azri, hingga kini polisi dinilai masih belum serius dan seolah bersikap tertutup terhadap perkembangan kasus penangkapan puluhan pemuda-pemudi terduga pelaku scammer yang sempat menghebohkan publik beberapa hari lalu.


“Belum ada langkah konkret dan tegas yang ditunjukkan oleh polisi dalam mengembalikan rasa aman masyarakat dari meningkatnya keresahan sosial dan kriminalitas akibat persoalan ini,” tegas Azri dalam orasinya.


Dalam aksi itu, KNPI juga melontarkan kritik keras terhadap kepemimpinan Polres Tanjungbalai. Azri menyebut penanganan hukum yang dianggap lamban menjadi “rapor merah” bagi institusi kepolisian di bawah kepemimpinan AKBP Welman.


Massa aksi mendesak Kapolri Listyo Sigit Prabowo agar memerintahkan Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto untuk mengambil alih penanganan kasus dugaan scammer tersebut. 


Tak hanya itu, massa juga mendesak Kapolres Tanjungbalai AKBP Welman dan Kasat Reskrim AKP Bram agar kembali melakukan penindakan terhadap para terduga pelaku yang disebut telah dilepas dengan status wajib lapor. 


Selain itu, massa turut menyoroti dugaan keterlibatan pihak lain, termasuk pemilik rumah yang disebut sebagai tempat beroperasinya dugaan scammer di Gang Daulay.


Koordinator aksi, Teguh Silalahi, bahkan secara terbuka meminta Kapolres dan Kasat Reskrim mundur dari jabatannya. 


Menurutnya, kinerja aparat penegak hukum dalam penanganan kasus tersebut dianggap gagal mencerminkan semangat Presisi Polri yang mengedepankan semangat prediktif, responsibilitas, dan transparansi berkeadilan.


“Kami menilai polisi tidak serius dalam menangani kasus ini, karena sampai sekarang polisi belum berhasil membongkar jaringan scammer hingga ke akar-akarnya. Padahal negara saat ini tengah konsen dalam pemberantasan kejahatan online," jerit Teguh.


KNPI Kota Tanjungbalai juga menyatakan akan membawa persoalan tersebut ke tingkat nasional bersama DPP KNPI dan Ketua Umum Haris Pertama agar mendapat perhatian publik secara luas.


Sementara itu, Kapolres Tanjungbalai AKBP Welman disebut sedang tidak berada di lokasi saat aksi berlangsung dan diwakili oleh Kasat Reskrim AKP Bram. 


Dalam dialog dengan massa, AKP Bram menyampaikan bahwa perkara tersebut masih ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian.

Namun penjelasan itu mendapat respons keras dari massa KNPI yang menilai jawaban pihak kepolisian berbelit-belit. 


Massa mempertanyakan mengapa pemilik rumah yang menjadi lokasi penggerebekan belum juga ditetapkan sebagai tersangka, padahal menurut mereka terdapat sejumlah alat bukti lain, termasuk rekaman CCTV di lokasi.


“CCTV di rumah itu harus dibuka terang-benderang supaya publik tahu siapa saja yang keluar masuk lokasi tersebut. Jangan lagi ada alasan tidak cukup bukti,” tegas Azri dan Raja Erwin kepada Kasat Reskrim. (tim)

Komentar

Tampilkan

Terkini